JOB ENLARGEMENT....FUCK IT..!!
Sejujurnya nih, sejujurnya, saya sudah malas sekali bekerja di tempat kerja saya yang sekarang ini. "Lah, kenapa ga pindah mas?", hla ndiasmu, saya itu masih nyari-nyari kerjaan lagi, sampe sekarang belum ada yang nyantol ini.
OK, kembali ke pohon, iya, saya sudah malas.
Ceritanya begini, saya itu masuk ke perusahaan ini melamar menjadi supervisor GA. Setelah masuk saya dijelaskan bahwa secara struktural, pekerjaan saya adalah asisten manajer GA dengan menjalankan fungsi GA seperti pada umumnya, building maintenance, purchasing, legal, dan sebagainya, dengan tambahan menangani pengembangan sistem kerja gudang dan pengiriman. Saya ulangi ya, MENANGANI PENGEMBANGAN SISTEM KERJA GUDANG DAN PENGIRIMAN.
Pada awalnya saya sangat bersemangat, ya namanya juga tempat kerja baru, pasti lah semangat. Saya mencoba menilik tiap lini dimana saya dipasrahi untuk pengembangannya. Mapping permasalahan, menimbang segala kemungkinan, tarik ulur dengan supervisor terkait (FYI, untuk setiap gudang dan divisi pengiriman masing-masing sudah memiliki supervisor sendiri-sendiri), supaya sistem baru yang akan saya susun dan terapkan bisa dijalankan di tiap lini tersebut.
Setelah dua minggu melakukan pendekatan, akhirnya saya melahirkan sebuah proposal perubahan SOP dan petunjuk pelaksanaan serta sistem kerja yang baru. Hasilnya? Keren lah, penyiapan barang yang lebih cepat, yang berbuntut pada pengiriman yang lebih cepat juga. Tapi namanya juga seperti mengurai benang kusut, dimana perusahaan ini sudah berjalan dalam gelap selama bertahun-tahun, seketika dihadapkan pada cahaya terang, orang-orangnya jadi kaget dan mungkin sedikit keder dengan yang muncul di hadapan mereka.
Perubahan shift kerja, tuntutan target pengerjaan yang lebih tinggi, sehingga memang dibutuhkan banyak hal untuk bisa menyesuaikannya, mulai dari waktu, biaya, sampai pada psedikit pengorbanan, karena tidak semua orang mau diajak berubah. Dan seperti hukum pada setiap perusahaan lainnya, seharusnya ketika perubahan terjadi, dan ada orang-orang yang tidak mau ikut berubah, bahkan mungkin malah mengeluarkan opini negatif dan menyebarkannya sehingga memperburuk keadaan, seharusnya dia dipilih untuk dijadikan tumbal percontohan dengan diberhentikan. Atau setidaknya jika perusahaan memang kesulitan untuk membuannya terkait dengan kontrak, perusahaan bisa saja ala-ala membuat satu divisi baru dengan personil full level staff non supervisor, dimana divisi tersebut memang sebetulnya tidak ada gunanya, lalu letakkan saja orang-orang trouble maker tadi di divisi tersebut. Sehingga tidak perlu diawasi tapi mereka tidak bisa bersinggungan lagi dengan orang-orang yang mau masuk dalam perubahan sistem tersebut. Bahkan jika memang salah satu dari orang-orang tersebut berjabatan senior maupun supervisor ya dikenakan hal yang sama dan carikan penggantinya. Supaya masalah bisa selesai.
Tapi, eh tapi, ketika memang ditemukan supervisor-supervisor gudang yang tidak mau menyesuaikan diri atas perubahan, dan berakhir pada memunculkan masalah-masalah lama dalam perubahan sistem tersebut akhirnya saya yang dijadikan tumbal. Iya, betul, SAYA YANG DIJADIKAN TUMBAL. Kan AW-SEW (baca : awsuw - red), beneran lo, dari saya supervisor GA yang diperbantukan untuk memodifikasi sistem, seharusnya ketika bekerja untuk sistem gudang saya bekerja di balik layar, ya mungkin sesekali lah melakukan kontroling. Tapi ini? Keluar memo bahwa saya bertanggung jawab penuh pada operasional harian gudang dan pengiriman. Ingin hati misuh saat itu juga. Tapi mengingat tanggungan yang ada di rumah, ya akhirnya saya terima saja memo itu, saya telan bulat-bulat tanpa mencoba memasaknya terlebih dahulu.
FUCK...FUCK...FUCK...!!!
Ya kurang lebih itu yang ada di hati saya waktu itu.
Dan akhirnya saat ini, saya terdampar di gudang dan segala permasalahannya. Yang paling membuat saya marah dan berakhir malas bekerja adalah, ketika ada informasi-informasi terkait divisi saya, GA, saya tidak mendapatkan informasi apapun. Sehingga resmi, saya lalu beranggapan, bahwa saya disini memang ditumbalkan, dari yang tadinya saya diterima sebagai supervisor GA, lalu diposisikan sebagai kepala gudang. WADEFAK.
Tapi ya balik lagi sih, berhubung masih mikirim tanggungan yang ada di rumah saya terpaksa bertahan sambil nyari-nyari lagi.
Sedikit saran dari saya buat kamu-kamu yang sekarang lagi nyari kerjaan. Kalo kamu dapat panggilan interview, pastikanlah kamu tidak akan dipindah-pindah divisi, atau diberi pekerjaan tambahan tanpa ada kompensasi apapun. Itu berat, kamu ga akan kuat, cukup aku saja.
Salam
Komentar
Posting Komentar